- Ketua : Husni Mubarok Ilmu Hukum
- Wakil Ketua : Aji Risma Afiyanto Pend. Akuntansi
- Sekretaris 1 : Pratiwi Nurfainzani Pend. Kimia
- Sekretaris 2 : Ishma Riahmatika Pend. Akuntansi
- Bendahara 1 : Kumala Deby Pratama Akuntansi
- Bendahara 2 : Fitriatul Ma’shumah Pend. Adm. Perkantoran
Minggu, 06 Maret 2016
05.09
UKM GERHANA UNNES
- Ketua : Noviana Pend. Fisika
- Sekretaris : Ni’matul Azizah Teknik Kimia
- Bendahara : Mitamaytawati Teknik Kimia
- Anggota :
1) Merisa
Irmadita Asri Pend.
Adm. Perkantoran
2) Dwi
Okta Pristiwanti Teknologi
Pendidikan
3) Mohammad
Fadil Ilmu
Hukum
4) Ahmad
Zaidur Rosyidin Teknik
Mesin
5) Wulida
Indah Apriani PBI
6) Prapliyati Pend.
Akuntansi
7) Dewi
Kurniawati Pend.
Akuntansi
8) Santiyatun Psikologi
9) Siti
Pangestuti Psikologi
10) Kukuh
Wahyu Prasetyo Teknologi
Pendidikan
11) Fattika
Herawati Geografi
12) Iin
Partinah Akuntansi
13) Khoirun
Nisa Pend.
Akuntansi
14) Uswatun
Khasanah Pend.
Non Formal
15) Puspita
Diana Safitri Pend.
Adm. Perkantoran
05.07
UKM GERHANA UNNES
- Ketua : Adib Abdillah Teknik Mesin
- Wakil Ketua : Rizki Adi Supriyanto Pend. Teknik Mesin
- Sekretaris : Itsnaini Kusuma Astuti Pend. Koperasi
- Bendahara : Fira Riyanti Pend. Adm. Perkantoran
- Anggota :
1) Andina
Lidiarti Akuntansi
2) Cantika
Ulfiana Putri Pend.
Ekonomi
3) Desy
Arischa Anggraini Teknologi
Pendidikan
4) Dewi
Nafiah Pend.
Kimia
5) Dwi
Okta Kusuma Putra Pend.
Teknik Mesin
6) Elma
Maharani Giyanta Pend.
SosAnt
7) Erikha
Reni Nurharisma Pend.
Adm. Perkantoran
8) Erlita
Septiani Teknologi Pendidikan
9) Fifi
Safitri Pend.
Adm. Perkantoran
10) Giri
Susilo Teknik
Mesin
11) Hamam
Adi S Pend.
Teknik Elektro
12) Hernis
Masyitoh Pend.
Fisika
13) Ika
Ayu Setyaningsih Pend.
Geografi
14) Yosa
Rostriana Pratiwi Biologi
04.59
UKM GERHANA UNNES
- Ketua : Rifki Zakaria Amin Ilmu Hukum
- Sekretaris : Uswatun Khasanah Akuntansi
- Bendahara : Ade Ika Astutiningrum Pend. Koperasi
- Anggota :
1) Alfiana
Agustin Pend.
Kimia
2) Anti
Khozinatu Nafsik PBI
3) Dik
Nugroho Pend. Teknik Mesin
4) Duwi
Septiana Pend.
Akuntansi
5) Dwi
Anis Safitri Akuntansi
6) Faris
Aji A Pend.
Koperasi
7) Galuh
Prima Sabrina Pend.
Fisika
8) Linda
Jukda Tunisa Pend.
Akuntansi
9) Luluk
Diyah Anggraini Akuntansi
10) Maulana
Firmanto Pend.
Koperasi
12) Nila
Indriyani Ekonomi
Pembangunan
13) Roni
Putera Marda Teknik
Kimia
14) Yuliana
Dwi Astuti Pend.
Akuntansi
15) Yuni
Atika Ningrum Pend.
Kimia
04.57
UKM GERHANA UNNES
- Ketua : Nurul Muhayana Pend. SosAnt
- Sekretaris : Salsabila Kanaka Pend. Akuntansi
- Bendahara : Indah Tri Lestari Pend. Ekonomi
- Anggota :
1) Siti
Munifah Akuntansi
2) Dini
Aprilia Dewi Pend.
Akuntansi
3) Eli
Masfufah Ekonomi
Pembangunan
4) Aprianur
Fajri Pend.
Teknik Mesin
5) Krisnowati Bimbingan
dan Konseling
6) M
Fahmi Sihab Teknik
Kimia
7) Tresna
Haru Hawa Ekonomi
Pembangunan
8) Siti
Salamah Ekonomi
Pembangunan
9) Sri
Maryuni Ilmu
Kesehatan Masyarakat
11) Devi
Solikhatun Inayah PG
Paud
12) Gita
Maharani Ilmu
Hukum
13) Ade
Margiyanti Pend.
Ekonomi
14) Ika
Asri Mulyo Pend.
Akuntansi
15) Ahmad
Hanif Syaifuddin Pend.
Teknik Mesin
04.53
UKM GERHANA UNNES
Sabtu (05/03/2016) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerhana melaksanakankegiatanPelantikan dan Rapat Kerja UKM
Gerhana Periode 2016
di gedung C7 FakultasIlmuSosiallantai 3 UNNES. Pada acara pelantikan
pengurus UKM Gerhana dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari Dosen pendamping
UKM Bidang Pengabdian Masyarakat yaitu Bapak Sungkowo Edy Mulyono, Dosen
Pendamping UKM Gerhana yaitu Bapak Natal Kristiono, alumni dari UKM Gerhana,
dan beberapa dari teman UKM lain di UNNES. Acara dimulai pada pukul 08.35 WIB
dengan pembacaan doa serta sambutan dari BapakSungkowo Edy Mulyono dan ketua
panitia, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu IndonesiaRaya dan mars BNN. Kemudian
dilakukan serah terima jabatan dari Rama Nidya Khafidin kepada Husni Mubarok
selaku ketua UKM Gerhana periode 2016. Setelah itu memasuki acara pelantikan
pengurus baru, pada periode ini UKM Gerhana melantik 78
anggotanya
untuk menjadi pengurus UKM Gerhana periode 2016, dan dilantik olehBapak Sungkowo
Edy Mulyono.Kemudian dilanjutkan dengan pemberian selamat dari semua tamu
undangan. Akhirnya ke 78 anggota resmi menjadi pengurus UKM Gerhana periode
2016. Memasuki acara berikutnya yaitu sambutan dari Bapak Natal Kristiono dan
Husni Mubarok sebagai Ketua UKM Gerhana periode 2016.Setelah acara pelantikan
selesai, tamu undangan dipersilahkan meninggalkan tempat karena acara
dilanjutkan dengan rapat kerja yang dilaksanakan secara tertutup. Persentasi
program kerja dimulai dari Divisi Pencegahan kemudian Divisi PSDA kemudian
Divisi Pusdatin lalu Divisi Jarkom dan yang terakhir dari Pengurus Harian. Dari
masing-masing divisi memiliki program kerja unggulan yang baru dan menarik
untuk dilaksanakan. Dan akhirnya acara Rapat Kerja UKM Gerhana selesai pukul
20.30 WIB. Semoga dengan pengurus yang baru ini dapat terus kompak sehinggasemua
program kerja dapat berjalan dengan maksimal,menjaga amanahnya serta
bersama-sama membangun UKM Gerhana agar lebih maju.
Rabu, 02 Maret 2016
04.51
UKM GERHANA UNNES
Kata-kata
yang menunjukan bahwa Indonesia adalah pangsa pasar terbaik bagi pengedar
narkoba memanglah benar, hal tersebut karena konsumen narkoba di Indonesia
masih cukup banyak. Menurut Dedi seorang humas BNN mengatakan bahwa 5,6 juta
penduduk Indonesia menjadi pengguna narkoba. Angka yang fantastis, belum lagi
penduduk Indonesia yang menempati urutan ke empat terbanyak di dunia dan
didominasi oleh penduduk usia muda yang hidup di era globalisasi dan tengah
mengalami degradasi moral menjadi peluang bagi pengedar narkoba untuk
mempengaruhi mereka mensalahgunakan narkoba. Narkoba menjadi bisnis yang
menggiurkan karena memberikan keuntungan yang besar dan memiliki konsumen setia
yang cukup banyak.
Letak geografis Indonesia yang
berupa kepulauan juga sangatlah menguntungkan bagi para pengedar narkoba karena
di beberapa titik kepulauan Indonesia terutama pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain
tidak diawasi dengan ketat. Banyak kasus penyelundupan narkoba yang tertangkap
di daerah perbatasan. Seperti di lansir dari dedihumas.bnn.go.id terdapat penyelendupan narkotika jenis
sabu seberat 25 Kg yang diduga berasal dari Malaysia dan dibawa ke Indonesia
melalui pelabuhan Dumai dengan dikamuflasekan menggunakan beras. Belum lagi
kasus lain yang mengklamufasekan narkoba ke kemasan lain yang ditata dengan
rapi sehingga lolos dari pengawasan keamanan di pelabuhan, bandara, maupun
jalur transportasi darat.
Permasalahan
penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin pelik dengan lemahnya sistem
birokrasi dan penegak hukum. Bukan lagi menjadi rahasia bahwa terdapat
oknum-oknum aparat penegak hukum maupun aparat birokrasi yang bekerjasama
dengan para pengedar narkoba untuk melancarkan masuknya barang haram tersebut
ke Indonesia. Hanya beberapa kasus penggagalan penyelundupan narkoba yang
diliput oleh media, padahal masih banyak yang mudah berlalu lalang menyelundupkan
narkoba ke Indonesia, tak jarang pula hasil sitaan yang di ambil dari para
pengedar narkoba dijual kembali oleh aparat penegak hukum.
Kesadaran
masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih cukup
rendah. Di era globalisasi sekarang ini kita dapat menerima maupun mengakses
segala informasi di dunia ini, pergaulan menjadi tidak terbatas pada ruang dan
waktu. Apabila tidak ada filter yang tepat maka kita akan terseret ke dalam
hal-hal yang negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Peran orang tua,
masyarakat, lembaga kemasyarakatan, sekolah, dan lingkngan menjadi sangatlah
penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.
Kemunculan
narkoba jenis baru yang belum diatur di dalam undang-undang juga menjadi permasalahan.
Banyak pengguna narkoba jenis baru yang tertangkap namun mereka luput dari
ancaman hukuman karena belum diatur di dalam Undang-undang kita, sebut saja
kasus yang terjadi pada artis yang berinisial RA, dia luput dari ancaman hukum
karena narkoba yang ia pakai belum diatur di dalam UU.
Permasalahan
penyelundupan narkoba ke negara yang kita cintai ini menjadi sulit untuk
dimusnahkan. Negara kita akan menjadi jalan tol bagi pengedar narkoba dan surganya pasar narkoba. Tidaklah salah
apabila tahun lalu kita tidak dapat merealisasikan Indonesia bebas narkoba
karena permasalahan penyalahgunaan narkoba sangatlah kompleks masih banyak yang
harus dibenahi. Seluruh masyarakat, pemerintah, aparat hukum, pemuda, dan
lembaga lain yang terkait harus senantiasa bekerjasama memerangi narkoba.
Sumber : dedihumas.bnn.go.id
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
