Selasa, 16 Oktober 2018





Penerimaan anggota baru (PAB) Ukm Gerhana telah sukses terselenggarakan pada tanggal 13-14 Oktober 2018 bertempat di Lapangan Tembak Undip, Tembalang, Kota Semarang. Acara PAB ini merupakan serangkaian tahapan yang harus diikuti oleh seluruh calon anggota baru Ukm Gerhana Unnes, dimana pada tahap ini adalah pengukuhan bagi calon anggota menjadi anggota Ukm gerhana Unnes.


Acara dimulai dengan upacara pembukaan pada pukul 08.00 WIB di Mushola Rektorat, ini diikuti oleh seluruh peserta PAB dan juga seluruh fungsionaris Ukm Gerhana 2018 dan tak lupa juga beberapa anggota ukm gerhana lainnya. Setelah upacara pembukaan selesai para peserta dan juga panitia bersiap menuju lokasi. PAB kali ini merupakan penerimaan anggota baru Ukm Gerhana Unnes yang ke XIII.  Dengan mengambil tema “Membangun Generasi Milenial yang Kreatif Tanpa Zat Adiktif” dimana tema ini sesuai dengan visi dan misi Ukm Gerhana itu sendiri. Yang mana artinya bahwa Ukm Gerhana berkomitmen untuk melakukan pencegahan terhadap segala bentuk penyalah gunaan zat-zat adiktif maupun segala jenis narkoba, hingga melahirkan generasi emas yang siap membangun bangsa ini dan menjadikan indonesia sejahtera tanpa narkoba.


Tak jauh berbeda dengan konsep PAB tahun lalu, PAB tahun ini pun membagi peserta dalam beberapa kelompok, tujuannya adalah memudahkan pengondisian serta meningkatkan keakraban dan menunjukkan solidaritas para calon anggota baru yang terdiri dari berbagai jurusan serta berbagai semester, sehingga ini akan memudahkan mereka untuk menjalin keakraban kepada semua anggota UKM Gerhana Unnes.

Pada PAB kali ini juga di isi dengan materi serta sharing tentang kenarkobaan serta pemulihan penyalahgunaan narkoba yang dibawakan oleh Divisi Pencegahan dimana dari materi yang disampaikan diharapkan para calon anggota Ukm Gerhana lebih peduli terhadap isu-isu tentang penyalahgunaan narkoba, ini juga memberikan bekal terhadap peserta seputar kenarkobaan sebelum mereka bergabung menjadi anggota Ukm gerhana yang mana bahwa Ukm gerhana merupakan Ukm pengabdian masyarakat yang bergelut dibidang pencegahan penyalahgunaan zat-zat adiktif maupun narkoba.


Tak hanya materi saja yang disajikan pada PAB kali ini, melainkan juga berbagai game serta pensi antar kelompok dimalam harinya. Ini bertujuan untuk menjalin rasa solidaritas antara anggota kelompok serta menciptakan jiwa kepemimpinan dan saling memiliki antara anggota Ukm Gerhana Unnes.
 


Acara PAB ditutup dengan upacara pelantikan anggota baru UKM Gerhana angkatan XIII  serta sesi foto bersama. 



Senin, 03 September 2018




Semarang, 28-29 Agustus 2018
Lokasi : Hutan Mini Unnes




Unnes Fair merupakan acara rutin tiap tahun yang diselenggarakan oleh Unnes dengan tujuan untuk memperkenalkan berbagai macam ukm (unit kegiatan mahasiswa) yang ada di Unnes kepada para mahasiswa baru. Salah satunya agar para mahasiswa baru mengetahui minat dan potensi mereka untuk bergabung salah satu di ukm. Salah satunya yaitu UKM GERHANA, yaitu ukm yang para mahasiswa nya memiliki minat untuk menjadi kader—kader anti narkoba yang memiliki keinginan untuk memberantas narkoba. UKM Gerhana menata dan menghias stand yang kemudian dikemas sangat menarik dan apik sehingga para mahasiswa baru tertarik untuk mengunjungi stand kenarkobaan yaitu tempat UKM Gerhana. UKM Gerhana dalam acara Unnes Fair ini juga memperkenalkan kegiataan apa saja yang ada di UKM Gerhana salah satunya yaitu penyuluhan tentang kenarkobaan. Selain memberikan informasi-informasi mengenai penyuluhan, UKM Gerhana juga menampilkan pertunjukan berupa orasi di depan para pengunjung unnes fair sehingga para pengunjung juga mengetahui apa saja kegiataannya dan bagaimana cara melakukan penyuluhan.









Diharapkan dengan adanya acara Unnes Fair ini seluruh mahasiswa Unnes semakin mengenal setiap Ukm yang ada di kampus juga guna menambah kegiatan yang positif yang dapat dilakukan oleh mahasiswa.


Selasa, 14 Agustus 2018





International Youth Day atau Hari Pemuda Internasional merupakan agenda tahunan Pilar PKBI Jawa Tengah yang memiliki tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya di daerah Semarang Jawa Tengah mengenai sex education, kebebasan remaja dalam berkarya dan berekspresi dan membangkitkan gairah pada pemuda untuk lebih berkarya. Karena diketahui banyak ditemukan disekitar kita mengenai pernikahan dini bahkan terdapat kasus married by accident, presepsi-presepsi atau stigma-stigma di masyarakat mengenai remaja yang apabila sudah menginjak umur 18 tahun keatas atau lebih maka diwajibkan atau disegerakan menikah, padahal pandangan pemikiran tersebut salah. Menurut riset umur antara 18 – 25 tahun merupakan umur dimana pemuda pada puncak-puncaknya untuk melakukan studi atau berkarir, dan secara psikologis usia tersebut masih labil, sehingga tidak sedikit pula pernikahan dan perceraian pada kalangan remaja.


Hari Minggu, 12 Agustus 2018 bertepatan dengan agenda Car Free Day Pilar PKBI Jawa Tengah merayakan peringatan International Youth Day  2018 dengan melakukan serangkaian kegiatan di kawasan Simpang Lima Semararang,   di depan gedung gubernur bertemakan “YOUNG AND FREE ; Mending Dolanan daripada Mantenan.” Young and Free merupakan jiwa muda yang mempunyai semangat untuk berkarya berprestasi, hidup secara positif dengan memiliki kebebasan yang bertanggung jawab. Pengambilan tema “Mending Dolanan daripada Mantenan” disebabkan bahwasanya remaja memutuhkan ruang untuk tetap berkarya dan menikmati masa-masa remaja dengan bermain, belajar sehingga memperoleh pengalaman yang lebih untuk mempersiapkan kehidupan di masa depan yang akan datang.

Acara International Youth Day  2018 dihadiri elemen masyarakat Semarang, mulai perwakilan mahasiswa seperti UKM Gerhana UNNES, UKM An-Niswa UIN Walisongo, dan UKM Peduli Napza UNDIP, teman-teman SMP dan SMA/SMK serta masyarakat sekitar kawasan CFD Simpang Lima. Mengingat adanya dampak negatif pada perkawinan anak yang masih tinggi pada kalangan remaja saat ini, dalam kegiatan ini juga dibacakan deklarasi stop perkawinan anak diikuti oleh remaja kota Semarang, mulai teman-teman SMP, SMA/SMK dan mahasiswa. Kegiatan memperingati International Youth Day ini juga dilengkapi keseruan Aksi DJ, live akustik, flashmob, dance4life, mini game, beragam lomba serta aksi penandatanganan stop perkawinan anak.

Minggu, 05 Agustus 2018


Jumat, 3 Agustus 2018 telah dilaksanakan kegiatan pelantikan badan pengurus harian Forum Mahasiswa Anti Napza (FORMAN) yang bertempat di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Kegiatan ini dilantik oleh Kabag BNNP Jawa Tengah. Pengurus Forman sendiri dipilih dari 7 universitas yang memiliki UKM anti napza seperti Unnes, Undip, Udinus, Untag, Unimus, UIN wal dan Upgris. Setelah pelantikan, dilanjutkan dengan kegiatan serah terima jabatan dan penandatanganan oleh ketua umum Forman saat ini, Putri Naeni Maulidah dari ketua umum Forman tahun lalu, Bayu Reda A. Setelah kegiatan sertijab selesai, kemudian dilaksanakan kegiatan musyawarah kerja yaitu membahas program kerja dari Forman sendiri untuk kepengurursan satu tahun kedepan. Tidak lupa juga sedikit pembekalan dari BNNP Jawa Tengah agar Forman dapat bekerja sama dalam P4GN.

Jumat, 20 Juli 2018




Semarang, 18 Juli 2018, berlangsung kegiatan penyuluhan oleh UKM GERHANA UNNES di SMP Teuku Umar Semarang dalam rangka menyambut datangnya peserta didik baru tahun 2018. Materi penyuluhan  tentang bahaya narkoba berisi tentang pengertian narkoba dan golongannya, jenis-jenis narkoba, dampak-dampak penggunaan narkoba serta cara generasi muda mencegah atau menjauhi narkoba. Pentingnya materi ini sebagai pengetahuan bagi siswa-siswa SMP Teuku Umar Semarang. Siswa perlu mengetahui pengertian narkoba dan golongannya supaya mereka dapat membedakan golongan-golongan narkoba serta pemakaiannya yang secara terus menerus berdampak seperti apa jika dilihat dari golongan-golongannya. Tetapi dalam penyuluhan ini lebih menekankan bahaya serta dampak pengguna narkoba supaya siswa menjadi takut dan enggan menggunakan narkoba. Dalam hal ini bukan cara atau langkah-langkah untuk menakut-nakuti tetapi ini cara untuk membimbing supaya siswa menjauhi narkoba karena narkoba itu berbahaya. Selain pengertian, bahaya, dan dampak, dalam penyuluhan ini juga membahas tentang cara pencegahan supaya siswa tidak terjerumus dalam pemakaian obat-obatan terlarang. Dalam penyuluhan ini, UKM GERHANA juga membahas bahaya merokok karena pada dasarnya kebanyakan siswa SMP itu pasti merokok, entah itu mengikuti temannya dalam pergaulan atau merokok hanya untuk bergaya. Jadi selain narkoba, rokok juga perlu dihindari. Harapan dari penyuluhan ini yakni semoga siswa di SMP Teuku Umar Semarang tidak mencoba, mengedarkan, bahkan sampai membuat narkoba dan dijauhkan dari perbuatan dalam penyalahgunaan narkoba. UKM GERHANA UNNES mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mempercayai kami untuk memberikan penyuluhan, bernagi ilmu dengan peserta didik baru tahun 2018.